Haji

Kementerian Agama (Kemenag) RI, menggelar evaluasi haji khusus 2018 di Hotel Mercure Kota Bandung, Kamis (18/10).

Salah satu yang dibahas ialah, akan diperbaikinya layanan jamaah di hotel transit. Terutama, mengenai masa tinggal yang lebih lama ke depannya sedang dibuatkan rumusan baru.

“Sistem hotel transit pada pelaksanaan haji khusus ini sedang kami kaji. Karena kami melihatnya ini memang pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ujar Mulyowidodo, Kasubdit Pemantauan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus.

Menurut Mulyowidodo, Kemenag akan mengkaji lagi apakah sistem hotel transit akan ditiadakan atau tetap diberlakukan. Namun, kalau ternyata keputusannya akan adanya perubahan tak ada izin untuk hotel transit maka aturannya harus dirumuskan.

Idealnya, hotel transit masa tinggalnya tak boleh lebih dari lima hari. Kalau ada penyelenggara haji khusus yang menerapkan lebih dari itu maka akan dilakukan pemanggilan dan teguran.

Menurut Mulyowidodo, Kemenag memang rutin melakukan evaluasi setiap tahun tak hanya untuk haji khusus saja tapi evaluasi dilakukan pada haji reguler.

Evaluasi, kata dia, harus dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan haji pelayanannya memang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. Evaluasi ini, dihadiri oleh 34 Kabid Haji di seluruh Indonesia dan Penyelenggara haji khusus sebanyak 214 orang. (Sumber: republika.co.id)

Share on Whatsapp
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *